by nona alubiru
aku menunggu sang pengembara malam lewat di pelataran kota. jalan jalan yang kelam, lampu jalan yang temaram. aku menunggunya. untuk menjemputku dikeabadian nantinya. aku menangis dihadapannya, saat kutemukan dia berada disudut jalan menggunakan topi hitam penuh suram. berjalan kearahnya seakan kakiku melayang dengan sendirinya. kau tau? sekarang ia berbeda dengan frasanya.