Diposkan pada Guyonan Semesta

Pengembara

by nona alubiru

aku menunggu sang pengembara malam lewat di pelataran kota. jalan jalan yang kelam, lampu jalan yang  temaram. aku menunggunya. untuk menjemputku dikeabadian nantinya. aku menangis dihadapannya, saat kutemukan dia berada disudut jalan menggunakan topi hitam penuh suram. berjalan kearahnya seakan kakiku melayang dengan sendirinya.   kau tau? sekarang ia berbeda dengan frasanya.

avatar Tidak diketahui

Penulis:

Manusia penyuka Kucing, fanatik Melon yang hidup didunia Virtual. Sangat sangat sulit hanya untuk beranjak dari kapuk berlapis kain dengan tambahan bantal dan guling. Sangat, rumit.

Tinggalkan komentar